{
    "biblio_id": 34,
    "title": "TINGKAT PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TENTANG METODE KONTRASEPSI DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI DI KLINIK SEHATI MEDAN PERIODE MEI-JUNI 2021",
    "type": "Karya Tulis Ilmiah",
    "gmd_name": "Text",
    "publisher_name": "STIKes Sehati Medan",
    "publish_place": "MEDAN",
    "publisher_year": "2021",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "618.2 Tua t",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "618.2",
    "notes": "Kontrasepsi adalah cara untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi sel telur wanita (fertilisasi). Di Indonesia masalah yang terjadi di bidang kependudukan adalah pertumbuhan penduduk yang masih tinggi. Indonesia merupakan negara ke 5 di dunia dengan estimasi jumlah penduduk terbanyak yaitu 249 juta. Di antara negara ASEAN, Indonesia dengan luas wilayah terbesar tetap menjadi negara dengan penduduk terbanyak, jauh di atas 9 negara lainnya.\r\nPenelitian Ini Bersifat Deskriktif yaitu Untuk Mengetahui Tingkat Pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di klinik sehati medan periode mei-juni 2021, berdasakan umur, pendidikan, pekerjaan, Sumber Informasi. Dimana semua populasi pasangan usia subur di klinik sehati yang kebetulan melakukan kunjungan pemeriksaan KB ke Klinik Sehati Periode Mei-Juni 2021 dijadikan Sampel sebanyak 30 PUS.\r\nHasil penelitian tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi berdasarkan umur mayoritas berpengetahuan cukup pada umur 20-35 tahun sebanyak 8 orang (26,6%) dan minoritas berpengetahuan baik pada umur <20 tahun sebanyak 1 orang (3,3%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpengetahuan cukup dan kurang pada pendidikan SD dan SMP sebanyak 7 orang (23,3%) dan minoritas berpengetahuan cukup pada pendidikan SD sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan pekerjaan mayoritas berpengetahuan kurang pada tidak bekerja sebanyak 9 orang (30%) dan minoritas berpengetahuan baik pada bekerja sebanyak 2 orang (6,7%), berdasarkan sumber informasi mayoritas berpengetahuan cukup pada media elektronik sebanyak 5 orang (16,7%) dan minoritas berpengetahuan cukup pada petugas kesehatan sebanyak 1 orang (3,3%).\r\nDari penelitian ini disarankan kepada petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang kontrasepsi sehingga pengetahuan ibu menjadi bertambah dan dapat mengenali mengurangi angka kesakitan pada ibu.\r\nKata kunci : Metode Kontrasepsi, Tingkat Pengetahuan PUS",
    "image": null,
    "files": "",
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "Fransiska O Tualaka",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "subjects": [
        {
            "subject": {
                "topic": "Kontrasepsi suntik",
                "topic_type": "t"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2023-11-13 14:13:56",
    "last_update": "2023-11-13 14:13:56"
}